VIRAL Wali Murid Ngamuk di Pesantren dan Ustaz Tertunduk

Viral Wali Murid ngamuk di pesantren dan ustaz tertunduk – Viral di media sosial beberapa wali murid mendatangi Pondok Pesantren Al Mujtahadah Pekanbaru, Riau, sebab tidak terima anaknya dikeluarkan dari pesantren.

Video viral diunggah sekian banyak account media sosial. Salah satunya diunggah account Facebook Video Viral FB.

Video yang diunggah account viralltoday. id orang tua santri itu tidak terima anaknya dikeluarkan, kendati diucap melanggar ketentuan pondok.

Video ini mulai tersebar di sebagian tim Facebook setelah itu.

Nampak Ustaz yang memakai peci putih hanya menunduk mendengar amarah orang tua santri itu.

Nampak orang tua santri yang mengenakan pakaian hijau melampiaskan amarah kepada Ustaz itu.

Pernah pula orang tua santri yang dikeluarkan itu ikut serta adu mulut dengan pengurus pondok pesantren yang lain.

Pemilik account juga menuliskan alamat lengkap nama posisi pondok pesantren.

Dimana pondok pesantren Al Mujtahadah tersebut terletak di Jalur Handayani Gang Ros, Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Owner account menyebut pondok pesantren itu masih di dasar asuhan Rektor UIN Suska Riau, Ahmad Mujahidin.

Video ini pasca diunggah, banyak bisa pendapat netizen.

Mayoritas warganet bersimpati dengan perilaku ustadz yang walaupun di maki- maki, tetapi dapat tenang serta tidak membalas.

Sebaliknya netizen kehabisan respek terhadap orang tua santri yang dikira kelewatan serta dikira tidak beradab.( Riki)

Berikut isi tulisan dalam video yang tersebar tersebut:

Viral Wali Murid mengamuk…

Pondok Pesantren Asuhan Rektor UIN Suksa Riau, Profesor. Dokter. H. AkhmadMujahidin, Pesantren Al- Mujtahadah, Jalan. Handayani, Gang Ros, Marpoyan Damai, Pekanbaru, diamuk wali santrinya yang tiba beramai- ramai.

Informasinya, santri yang bersangkutan dikeluarkan dari pondok, sebab diprediksi melanggar ketentuan pondok, tetapi ibu dan bapaknya keluhan. Sampai hingga begitu kejadiannya.

Tetapi Ustazdnya nampak diam saja walaupun ditunjuk- tunjuk begituan.

Video diambil 27 Februari 2020

Dalam video berdurasi 6 menit 3 detik itu, nampak seseorang laki- laki wali murid santri mengamuk serta memarahi seseorang guru pesantren. Tetapi, guru tersebut cuma diam serta tertunduk. Setelah itu, wali murid sembari marah- marah kemudian berdiri serta menghadang guru pesantren yang lain.

Suasana juga nampak memanas. Beberapa guru pesantren berupaya menenangkan wali murid tersebut.

Semacam dilansir dari Kompas. com, peristiwa tersebut dibenarkan Ustadz Riko Riusdi, selaku pembina santri Pondok Pesantren Angkatan laut(AL) Mujtahadah Pekanbaru.

“ Benar. Itu kejadiannya pada bertepatan pada 27 Februari 2020 kemudian hari Kamis dekat jam 16. 00 Wib,” ucap Riko.

Wali murid tiba membawa pengacara serta media. Ia berkata, kala itu beberapa wali murid tiba dengan bawa pengacara serta pula media. Wali murid tersebut tiba sebab tidak terima anaknya dikeluarkan dari pesantren.

Salah satu santri yang dikeluarkan bernama samaran BR kelas 12 Madrasah Aliyah( MA).

Bagi Riko, santri itu telah kerap melanggar ketentuan serta susah buat dibina. Sehingga, pihak pesantren mengambil keputusan buat menghasilkan BR.

“ Telah kerap melanggar ketentuan.

Ketentuan yang dilanggar, merokok, kabur lompat pagar kemudian main warnet,” sebut Riko.

Tidak hanya BR, sambung ia, pula terdapat 5 santri yang lain yang dikeluarkan sebab tidak dapat dibina.

Terdapat guru pesantren yang kena pukul

Tetapi, orang tua BR bawa wali murid yang lain tiba ke pesantren buat keluhan. Wali murid memohon supaya anaknya senantiasa dapat tes.

“ Jadi dikala seperti itu mereka tiba marah- marah serta mengamuk sampai jam aku. Tetapi aku tidak melawan,” sebut Riko.

Sedangkan itu, salah satu saksi mata, Joko selaku Instruktur Otomotif di Balai Latihan Kerja( BLK) Pondok Pesantren Angkatan laut(AL) Mujtahadah mengatakan, wali murid yang tiba keluhan berjumlah dekat 6 orang.

Baginya, wali murid tersebut tiba langsung marah- marah kepada para guru pengajar.

“ Aku amati waktu itu peristiwa.

Mereka tiba ke mari lempar pagar gunakan batu.

Tetapi hanya 2 orang yang mengamuk.

Salah satu wali murid itu pula memukul ustadz Riko,” sebut Joko.

Ikuti videonya:

By admin