Viral! Pedagang di Teluk Gong Larang Sembakonya Diborong Gegara Corona

Viral! Pedagang di Teluk Gong Larang Sembakonya Diborong Gegara Corona – Seorang owner toko di kawasan Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, tiba- tiba viral. Owner toko itu viral sehabis videonya disaat melarang pembeli di tokonya memborong sembako tersebar di media sosial.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, owner toko yang menggunakan pakaian merah nampak menasihati pembeli di tokonya. Ia memohon para pembeli tidak memborong sembako di tokonya.

Owner toko itu bernama Susanna Indrayanti( 57). Susanna mempunyai toko bernama Toko Erwin yang menjual benda kebutuhan pokok di Jalur K Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara.

Susanna menggambarkan dini mula dirinya melarang pembeli di tokonya memborong sembako. Kala itu, sehabis Presiden Joko Widodo( Jokowi) mengumumkan 2 masyarakat Depok positif Corona, masyarakat ramai- ramai menghadiri tokonya. Mereka, kata ia, berniat memborong seluruh barang kebutuhan tiap hari.

” 2 hari yang kemudian hari Senin mulai ya. Berakhir Pak Jokowi umumin. Itu siang,” ucap Susanna di posisi, Kamis( 5/ 3/ 2020).

Susanna berkata suasana tokonya juga dikala itu tiba- tiba ramai. Masyarakat, kata ia, takut toko- toko penjual sembako kehilangan setok.

” Waktu itu ramai sekali, seluruh orang panik takutnya toko tutup. Ia benak warga begitu. Ia orang begini ya normal. Jadi kita toko wajib gimana mengalami itu. Wajib dapat pintar- pintar mengalami yang begitu,” katanya.

Mengalami suasana tersebut, ia juga memutar otak. Susanna memohon pembeli di tokonya tidak panik. Ia juga menarangkan kalau stok benda di tokonya masih lumayan.

” Jangan begitu panik, jangan khawatir, ya tidak? Kamu tenang aja kan aku nasihat dulu supaya tidak panik. Aku memiliki barang masih banyak, tenang aja,” kata Susanna sembari melayani pengunjung yang tiba.

Kendati demikian, tidak seluruh pembeli mencermati nasihat si owner toko. Susanna berkata banyak dari mereka senantiasa bawa barang ke kasir. Pendek cerita, Susanna memohon mereka senantiasa tabah serta menjatah kebutuhan tiap pembeli.

” Ia orang terdapat yang nakal dikit, terdapat yang borong agak banyak dikit memang. Jadi kesimpulannya, agak tenang dikit baru aku katakan jangan semua diitu, jatah aja,” kenang Susanna.

Dikala melihat stok mi praktis hendak habis, Susanna teringat hendak pembeli langganannya, ialah pedagang eceran serta penjual warteg. Ia juga buru- buru menaruh stok mi praktis itu buat pelanggan setianya.

” Langsung aku simpan, aku Indomie aku stok buat warung- warung yang kecil, warteg. Aku kepikir ke sana, banyak orang wah Indomie jangan habisin loh, stok buat warteg,” jelasnya.

Susanna berkata keriuhan itu berlangsung sampai jam 20. 00 Wib. Pada hari biasa, warung cuma buka jam 17. 00 Wib. Susanna mengaku membuka tokonya lebih lama sebab tidak tega mengusir pembeli. Toko juga senantiasa dibuka sampai malam.

” Lama dari jam 2 hingga malam jam 8. Wajar aja, ia orang bilang jika tidak beli esok naik besar. Jika kamu ingin esok aku terdapat jualan, kamu tidak harus khawatir. Jika harga besar, aku tidak jual. Harga wajar,” sebut Susanna.

Kepada para pembeli, Susanna pula berpesan supaya tetap berdoa, senantiasa tenang, serta tidak harus takut. Ia berharap virus Corona segera berakhir.

” Banyak doa, sembahyang, tiap- tiap agama aku nasehatin. Kita salah satunya pijakan doa dari Tuhan yang kilat Corona senantiasa lenyap. Barangnya senantiasa mudah, aku nasihati gitu ia orang agak tenang,” katanya.

By admin